Proses pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik di peternakan Yogyakarta
Edukasi & Solusi Peternak7 menit baca

Rahasia Ternak Sehat: Mengubah Limbah Kotoran Menjadi Cuan, Bukan Lawan

Oleh Tim MambuwanaDiperbarui

Pelajari ekonomi sirkular peternakan: cara mengubah limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik bernilai tinggi. Limbah tidak bau = peluang bisnis baru.

Limbah Ternak: Masalah atau Peluang?

Lur, sadarkah bahwa setiap kandang ayam dengan 1.000 ekor menghasilkan sekitar 50-60 kg kotoran per hari?

Kalau dikalikan sebulan, itu hampir 2 ton limbah!

Kebanyakan peternak menganggap ini sebagai masalah — baunya menyengat, menumpuk, dan memicu protes warga.

Tapi dengan pendekatan yang tepat, limbah ini justru bisa jadi sumber penghasilan tambahan yang lumayan.

Konsep Ekonomi Sirkular untuk Peternak

Ekonomi sirkular adalah konsep di mana "sampah" dari satu proses menjadi "bahan baku" untuk proses lainnya.

Di dunia peternakan, ini berarti: kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik premium, sisa pakan difermentasi menjadi kompos, dan air limbah kandang bisa diolah untuk irigasi tanaman.

Yang penting, limbah harus diolah dengan benar agar tidak berbau dan mengandung nutrisi yang tepat untuk tanaman.

📹 Video Terkait dari TikTok @mambuwana

Aksi Nyata di Lapangan — @mambuwana

Peran Mambuwana dalam Ekonomi Sirkular

Di sinilah produk Mambuwana berperan penting.

Mambuwana Powder yang ditaburkan di atas kotoran ternak tidak hanya menghilangkan bau, tapi juga mempercepat proses dekomposisi.

Bakteri pengurai alami di dalamnya mengubah amonia menjadi nitrogen yang bermanfaat untuk tanaman.

Hasilnya?

Pupuk organik yang kaya nutrisi, tidak berbau, dan bisa dijual Rp 1.000-3.000 per kg.

Cara Mengolah Limbah Jadi Pupuk Premium

Berikut langkah mengubah limbah kotoran ternak menjadi pupuk organik bernilai tinggi:

  • Kumpulkan kotoran ternak di area khusus (pisahkan dari area kandang aktif)
  • Taburkan Mambuwana Powder (150 gram per m²) untuk mempercepat dekomposisi
  • Aduk dan bolak-balik tumpukan setiap 3-5 hari
  • Jaga kelembapan optimal (40-60%) — siram jika terlalu kering
  • Tunggu 3-4 minggu hingga proses fermentasi selesai
  • Saring dan kemas pupuk organik yang sudah matang
  • Jual sebagai pupuk organik premium untuk tanaman!

📹 Lihat Aksi Mambuwana di Lapangan

Kampanye Lingkungan Bersih — @mambuwana

Studi Kasus: Peternak di Sleman

Pak Wanto, peternak ayam broiler di Sleman dengan 5.000 ekor, dulunya membuang kotoran ternak begitu saja.

Setelah menggunakan treatment Mambuwana, ia berhasil mengolah limbah menjadi pupuk organik yang dijual seharga Rp 2.500/kg.

Penghasilan tambahan dari pupuk?

Sekitar Rp 3-4 juta per bulan!

Belum lagi, tidak ada lagi keluhan bau dari tetangga.

Keuntungan Ganda untuk Peternak

Dengan pendekatan ekonomi sirkular, Sedulur peternak mendapat: kandang bersih dan tidak bau, ternak lebih sehat dan produktif, penghasilan tambahan dari pupuk organik, hubungan baik dengan warga sekitar, dan kontribusi positif untuk lingkungan.

Ini yang disebut Win-Win Solution ala Mambuwana, Lur!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa penghasilan dari pupuk organik kotoran ternak?

Dengan pengolahan yang tepat, pupuk organik dari kotoran ayam bisa dijual Rp 1.000-3.000 per kg.

Untuk kandang 1.000 ekor, potensi penghasilan tambahan bisa mencapai Rp 1-2 juta per bulan.

Apakah pupuk dari kotoran ternak aman untuk tanaman pangan?

Ya, asalkan sudah melalui proses fermentasi yang sempurna (3-4 minggu).

Dengan treatment Mambuwana, proses dekomposisi berlangsung optimal sehingga pupuk yang dihasilkan aman dan kaya nutrisi.

Bagaimana cara memulai bisnis pupuk organik dari peternakan?

Mulai dengan mengolah limbah kandang sendiri menggunakan Mambuwana Powder.

Setelah 3-4 minggu, hasilnya bisa dijual ke petani sekitar.

Hubungi Tim Mambuwana untuk konsultasi teknis gratis.

Mau Ubah Limbah Jadi Cuan?

Konsultasikan pengolahan limbah peternakan Sedulur dengan Tim Mambuwana. Gratis! Hubungi via TikTok @mambuwana.

Artikel Terkait Lainnya